Tinggalkan karena Allah



Segala sesuatu yang ditinggalkan semata-mata karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala pasti akan digantikan dengan yang jauh lebih baik. 

Prinsip ini bukan sekadar motivasi kosong, melainkan janji pasti dari Sang Pencipta yang tidak pernah memungkiri firman-Nya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
إنك لن تدع شيئا لله عز وجل إلا بدلك الله به ما هو خير لك منه
Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kecuali Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik bagimu daripadanya.


Meninggalkan sesuatu karena Allah memiliki cakupan yang sangat luas. Hal ini bisa berupa meninggalkan perbuatan maksiat yang sangat disukai nafsu, meninggalkan harta yang diperoleh dari jalan yang tidak berkah, meninggalkan jabatan yang mengharuskan kita mengorbankan prinsip agama, hingga meninggalkan orang atau lingkungan yang justru menjauhkan kita dari ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.


Ketika seseorang dihadapkan pada pilihan untuk tetap berada dalam kubangan yang haram demi keuntungan duniawi, atau meninggalkannya demi menjaga kehormatan syariat, maka saat itulah ujian keimanan dimulai. 

Melepaskan sesuatu yang sudah berada dalam genggaman, apalagi hal tersebut sangat diinginkan, tentu terasa berat. Namun, di titik itulah letak kejujuran seorang hamba dalam beriman.


Balasan yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak selalu berwujud hal yang serupa dengan apa yang ditinggalkan. Terkadang, Allah menggantinya dengan ketenangan hati yang tidak bisa dibeli dengan harta, keberkahan pada sisa hidup, perlindungan dari musibah, atau bahkan ganjaran yang disimpankan di akhirat sebagai tabungan abadi. 

Sering kali, kita merasa rugi di awal karena pandangan mata kita terbatas, namun Allah melihat masa depan dan memberikan ganti yang memang layak serta maslahat bagi agama dan dunia kita.


Kuncinya terletak pada keikhlasan. Jika sesuatu ditinggalkan bukan karena Allah, melainkan karena keterpaksaan atau karena mengharap pujian manusia, maka ia tidak akan mendapatkan janji penggantian tersebut. Namun, saat hati berkata, Aku tinggalkan ini karena aku takut kepada Allah, maka janji Allah sedang bekerja.


Jangan pernah takut merasa kehilangan saat kita melepaskan hal-hal yang tidak diridhai-Nya. Dunia beserta isinya hanyalah titipan, sedangkan keridhaan Allah adalah tujuan utama. Mengganti sesuatu karena Allah adalah bentuk investasi iman yang paling menguntungkan. 


Pada akhirnya, Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak akan membiarkan hamba-Nya yang bersusah payah menjaga batasan-Nya dalam keadaan merugi. Sebagaimana janji-Nya dalam Alquran:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar