Prinsip seperti ini sangat tidak tepat utk diyakini oleh seorang muslim, ini prinsip bagi orang yang tidak punya prinsip, tidak punya pendirian, dan tidak memiliki kontrol terhadap dirinya sendiri. Perilakunya dikontrol oleh orang lain.
Dia siap menjadi orang baik jika kebetulan bertemu orang baik, tetapi dia juga berniat menjadi penjahat apabila diperlakukan jahat.
Padahal di muka bumi ini lebih banyak orang zalim dari pada orang shalih, maka
Rasulullah ﷺ berpesan
لا تَكونوا إمَّعةً، تقولونَ: إن أحسنَ النَّاسُ أحسنَّا، وإن ظلموا ظلَمنا، ولَكن وطِّنوا أنفسَكم، إن أحسنَ النَّاسُ أن تُحسِنوا، وإن أساءوا فلا تظلِموا .
"Janganlah kalian menjadi imma'ah (إماعة : orang yang tidak punya pendirian), yang berkata: 'Jika orang-orang berbuat baik, kami pun berbuat baik; dan jika mereka berbuat zalim, kami pun berbuat zalim.'
Akan tetapi, teguhkanlah diri kalian. Jika orang-orang berbuat baik, maka berbuat baiklah kalian.
Dan jika mereka berbuat buruk, janganlah kalian berbuat zalim."
Seandainya seluruh manusia di muka bumi ini adalah iblis semua, maka seorang muslim harus tetap memegang prinsip syariat nabi dan berakhlak mulia.
Ini bukan berarti diam saja saat dizalimi. Tetapi hadapi dengan aturan syariat tanpa berbuat zalim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar