Konsep ini dinamai dari psikolog Bluma Zeigarnik, yang mengamati bahwa pelayan restoran bisa mengingat pesanan pelanggan dengan sangat rinci selama pesanan tersebut belum diantar, namun mereka segera melupakannya begitu pesanan tersebut diselesaikan.
Secara naluriah, otak kita selalu menginginkan keteraturan dan penyelesaian.
Saat kita memulai suatu pekerjaan atau membaca sebuah bab dalam kitab, otak kita menciptakan semacam ketegangan kognitif. Ketegangan ini akan terus bertahan sampai kita menyelesaikan tugas tersebut.
Begitu tugas selesai, ketegangan itu hilang, dan otak kita cenderung melepaskan informasi tersebut agar bisa fokus pada hal lain.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa memanfaatkan efek ini untuk meningkatkan produktivitas, terutama saat kita merasa malas untuk memulai suatu pekerjaan besar.
Berikut adalah cara kita menggunakannya:
Pertama, mulailah saja. Salah satu hambatan terbesar dalam menuntut ilmu atau bekerja adalah memulai. Dengan hanya memulai sedikit saja, kita telah menciptakan efek Zeigarnik dalam pikiran kita. Rasa tidak nyaman karena tugas yang belum selesai akan memotivasi kita untuk menyelesaikannya nanti.
Kedua, gunakan untuk mengatasi penundaan. Jika kita merasa berat untuk menulis artikel atau muthalaah kitab yang panjang, cukup kerjakan dalam durasi yang sangat singkat, misalnya lima menit saja. Setelah kita berhenti di tengah jalan, pikiran kita akan terus memikirkan kelanjutannya, yang membuat kita lebih mudah untuk melanjutkannya kembali di sesi berikutnya.
Ketiga, berhati-hati dengan beban kognitif. Meskipun efek ini membantu kita mengingat tugas, jika terlalu banyak tugas yang kita biarkan menggantung tanpa penyelesaian, pikiran kita akan menjadi penuh dan cemas. Inilah sebabnya kita sering merasa lelah secara mental saat daftar pekerjaan kita terlalu panjang. Untuk mengatasinya, kita perlu menuliskan semua daftar tugas tersebut agar otak kita merasa aman karena informasinya telah terdokumentasi, sehingga kita bisa fokus menyelesaikannya satu per satu.
Keempat, dalam proses belajar. Bagi kita yang sering menelaah ilmu, kita bisa sengaja berhenti membaca tepat saat kita berada di tengah-tengah pembahasan yang menarik atau sulit. Hal ini akan membuat pikiran kita terus memproses informasi tersebut secara tidak sadar, sehingga saat kita kembali membacanya, pemahaman kita seringkali menjadi lebih tajam.
Efek Zeigarnik adalah pengingat bahwa otak kita memiliki sistem internal yang sangat luar biasa untuk mendorong kita mencapai penyelesaian. Dengan memahami cara kerjanya, kita tidak lagi menjadikan rasa malas sebagai alasan, melainkan menjadikan dorongan psikologis ini sebagai motor penggerak untuk terus istiqomah dalam menyelesaikan setiap urusan dan amanah ilmu yang kita pegang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar