Malas hadir ke kajian adalah bentuk pengkhianatan nyata terhadap diri sendiri.
Ada begitu banyak alasan yang dicari untuk mangkir, mulai dari urusan pekerjaan yang tidak ada habisnya hingga alasan sepele seperti lelah atau jarak yang sebenarnya hanya ilusi bagi mereka yang tidak punya kemauan.
Ketika duniawi memanggil, kaki melangkah dengan gesit tanpa keluhan, namun ketika panggilan ke majelis ilmu terdengar, seketika itu pula tubuh terasa berat dan seribu alasan muncul ke permukaan.
Kajian adalah taman surga di dunia.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:
إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا
Artinya: Jika kalian melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan tenang.
Melewatkan majelis ilmu adalah melewatkan kesempatan untuk menyirami jiwa yang gersang.
Orang yang malas hadir kajian sebenarnya sedang membiarkan hatinya mati perlahan-lahan dalam dekapan kebodohan.
Mereka lebih memilih menghabiskan waktu untuk urusan yang tidak bernilai, yang mungkin hanya akan berakhir dengan penyesalan, sementara pintu ilmu yang terbuka lebar mereka abaikan begitu saja.
Ini adalah tanda hilangnya rasa butuh kepada Allah Subhanahu Wa Taala dan syariat-Nya.
Sikap malas ini menunjukkan bahwa orientasi hidup seseorang telah bergeser jauh dari tujuan yang seharusnya.
Mereka merasa cukup dengan ilmu yang sudah ada, padahal setiap hari adalah proses pembelajaran.
Merasa sudah tahu, merasa sudah cukup, atau merasa tidak butuh adalah penyakit kronis yang membuat seseorang enggan melangkahkan kaki ke majelis ilmu.
Padahal, ilmu bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan harus dijemput dengan kerendahan hati dan pengorbanan waktu.
Ingatlah bahwa setiap detik yang terbuang karena kemalasan adalah kerugian yang tidak akan bisa diganti.
Ketika ajal menjemput dan ilmu yang seharusnya menjadi bekal ternyata minim karena keengganan untuk belajar, saat itulah penyesalan akan terasa sangat menyesakkan.
Jangan menjadi orang yang merugi karena terlalu mencintai kenyamanan diri sendiri hingga lupa bahwa posisi terhormat di sisi Allah Subhanahu Wa Taala hanya diberikan kepada mereka yang berjuang menuntut ilmu, bukan mereka yang betah duduk diam di zona nyaman.
Jika kehadiran fisik saja sudah terasa berat, jangan pernah bermimpi untuk meraih kedalaman pemahaman agama yang hakiki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar